Bisnis Ustad. Yusuf Mansyur, dari Bisnis Pribadi hingga Dicatut Orang


Profil Ust. Yusuf Mansyur bagaimana memulai yang baik tak selalu bertemu baik

Yusuf Mansyur lahir di Jakarta, 19 Desember 1976, merupakan seorang penceramah, motivator, sekaligus pebisnis asli. Ia lahir dari keluarga Betawi pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrifíah. Yusuf Mansyur lahir di keluarga yang berada sehingga cenderung dimanja. Pria yang merupakan lulusan terbaik Madrasah Aliyah N 1 Grogol, pada tahun 1992, memilih keluar dari kuliah di tengah jalan hanya untuk menyalurkan hobi motor.

Di tahun 1996, dia kemudian terjun ke dunia bisnis informatika, sejalan jurusanya ketika kuliah dulu. Sayang, bisnisnya gagal hingga terlilit hutang dan masuk penjara selama 2 tahun. Dari sinilah, dia mulai mendalami islam serta memiliki keinginan kuat untuk berubah. Yusuf yang sebelumnya menghamburkan uang menemukan keajaiban dari sebuah sedekah. Hidupnya menemukan  sebuah titik terang ketika bertemu seorang Polisi. Dia kemudian diperkenalan dengan sebuah LSM sebagai pekerja melayani masyarakat. Dia menulis sebuah buku berjudul "Wisata Hati Mencari Tuhan yang Hilang" selama berkeja di LSM.

Tak dinyana, dari buku tersebut, Yusuf menjadi terkenal hingga diundang untuk bedah buku. Buka yang berisi perjalanannya dari berbisnis hingga masuk bui. Buku yang memperkenalkannya dengan islam serta bisnis minuman es. Yusuf yang mencoba bangkit dengan berjualan es menemukan titik temu melalui sedekah. Dia berhasil memiliki sebuah kios, serta seorang pegawai. Mangambil sisi lain, Ustad. Yusuf Mansyur kemudian fokus mengajarkan bagaimana sukses usaha dari sedekah. Dia menjelma menjadi seorang ustad yang mengajarkan sedekah adalah jalan kesuksesan.

Selanjutnya, Ustad. Yusuf Mansyur mulai sibuk berdakwah hingga bertemu Yusuf Ibrahim seorang produser. Dia meyakinkan Ust. Yusuf melalui perusahaan PT. Virgo Ramayana Record untuk mengerjakan sebuah proyek kaset ceramah, Kun Fayakun. Kemudian bersama SinemaArt memulai perjalanannya di dunia layar kaca. Dia menggarap sebuah film di 2008 berjudul Kun Fayakun bersama Zaskia Mecha, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari.

Memulai bisnis lagi hingga dicatut orang

Ustad. Yusuf Mansyur memiliki cita untuk membentuk rakyat Indonesia mandiri. Dia pun memikirkan sebuah ide bisnis. Dia menciptakan bisnis gaya baru; kemudia disebut Usaha Patungan. Dari sinilah, ia mencoba membantu umat muslim berbisni investasi. Dia mulai garakanya melalui akun resmi website hingga akun twitter pribadi. Hasilnya? uang satu setengah miliar telah terdistribusi sebagai usaha patungannya.

Di ambil dari tempo.co, usaha patungan tersebut ternyata bertemu tidak baik. Menurut pengamat pasar modal, Yanuar Rizki, bisnis investasi yang dilakukan Ust. Yusuf Mansyur adalah bisnis ilegal. Alasannya, bisnis apapun yang menyangkut pengumpulan dana untuk modal perlu sebuah ijin. Dia menambahkan jika belum berijin maka bisa disebut ilegal.

Seperti di akun Twitter, usaha tersebut murni patungan untuk investasi seperti orang berinvestasi rumah atau tanah. Yusuf menjanjikan dana yang terkumpul akan dijadikan bisnis seperti hotel di kawasan bandara Soekarno Hatta hingga apartement. Ia bejanji akan memeberikan deviden 8 persen dari untung sesudah cash back dalam waktu 10 tahun. Berikut bisnis yang ia idamkan dan rencanakan dikutip dari Tempo.co.

1. Hotel dan apartement

Dengan modal usaha patungan, Yusuf berhasil mengakusisi sebuah hotel serta apartemen dua menara Topas di kawasan Soekarno Hatta. Dia berencana melalui keduanya membuat khusus untuk haji. Dia kemudian merubah hotel tersebut menjadi Hotel Siti.

Dalam situs patungan usaha, Yusuf Manysur mengatakn harga keduanya Rp.150 miliar. Dia mengumpulkan dana setidaknya dari 15 ribu peserta untuk proyek tersebut. Yusuf berharap modal berasal dari majelis taklim yang sering datang ke ceramahnya.

2. Ladang minyak di Kazahkstan

Dia melalui temanya di Pertamina berharap dengan mengumpulkan dana dari masyarakat; mampu membeli ladang minyak. Dia berharap membeli ladang minyak di negara bekas Uni Soviet itu seharga 1 triliun rupiah.

3. Stasiun televisi

Yusuf kemudian juga bercerita bahwa masyarakat rindu akan setasiun televisi yang baik. Dia berharap dari usahanya mampu membeli dua televisi swasta yang kemungkinan dijual. "Nih ya, stasiun televisi kesayangan saya sekarang tau kan? dan televisi saudaranya, alias dua tv, bakal dilego sama pemiliknya. Atas izin Allah, sekitar 10 triliun. Nah, itu kan industri strategis," ujarnya menerangkan bisnisnya.

4. Bank Muamalat

Yusuf mengidamkan sebuah bank sayriah dan itu adalah bank Muamalat. Alasanya, dia ingin agar saham mayoritas jatuh ke tangan Indonesia. Bank Muamalat yang kepemilikan sahamnya 50 persen dikuasai asing. Sebanyak 32,7 persen saham dikuasai Islamic Development Bank, sedangkan 19 persen dan 17 persen lainnya dipegang oleh Atwill Holdings Limited dan National Bank of Kuwait.

Beberapa waktu terkahir, OJK sebagai wewenang menangani jasa keuangan, memperingatkan Yusuf Mansyur tentang usahanya. Dia disebut belum mengantongi izin untuk menghimpun dana dari masyarakat dengan nilai yang begitu banyak. Dia diminta mengikuti aturan yang ada seperti membuat perusahaan, koperasi atau jasa keuangan. Ini dikhawatirkan tidak adanya payung hukum jika terjadi sesuatu dengan dana serta proses pengembalian dana. 

Jauh sebelum bisnis realnya Patunganbisnis.com telah banyak orang menggunakan namanya untuk usaha. Beberapa orang, melalui situs tidak resmi, menjual jamu hingga buku bergambar Ust. Yusuf Mansyur. Mereka membuat masyarakat tertipu sehingga membeli produknya, bahkan mencoba mengambil untung dari kasusnya. Ada juga yang menggunakan namanya untuk sekedar menipu. Mereka menawarkan program penghimpun dana tetapi palsu bukan milik Ust. Yusuf Manysur.

Kini Patunganusaha.com berhenti untuk sementara, mengikuti aturan pemerintahberubah bentuk menjadi badan hukum atau Non Public Listed Company. WARING: bagi anda yang ingin ikut bisnis Ust. Yusuf Manysur, jangan mengikuti situs lain selain patunganusaha.com; karena kemungkinan penipuan atau pencatutan. Jika perlu, anda bisa menghubungi akun twitter miliknya untuk bertanya.

Kisah tentang Situs Jejaring Sosial para Artis


Angelo Sotira ketika seni bertemu sebuah teknologi DeviantArt

Ini bukan perusahaan pertamanya, Angelo Sotira pernah menemukan sebuah situs berbagi musik gratis bernama Dimension Music. Dia kemudian menjual Dimension Music kepada Michael Ovitz di tahun 1999. Dia yang kala itu masih berumur 19 tahun, bersama tiga temannya Scott Jarkof dan Matthew Stephens, menemukan jalan menuju proyek jutaan dollar serta sebuah bisnis baru. Mereka menemukan DevianArt,  yang kemudian berubah menjadi DeviantArt.Inc.

Sotira berhasil dengan DeviantArt nya. Dia adalah Co- Founder serta CEO perusahaan. DeviantArt.Inc merupakan awal dari perkembangan sosial media di internet serta bisnis online jauh sebelum Facebook. Perusahaan yang terlebih dahulu menawarkan produk berupa ruang komunitas, chat, upload file, dan segala sesuatu tentang berbagi. DeviantArt.com lahir sebelum Facebook, MySpace, Friendster, bahkan Flickr lahir. Perusahaan tersebut diperkirakan bernilai $19 juta kala itu.

Angelo Sotira memutuskan untuk mengambil semuanya dari $15.000 hasil penjualan Dimension Music. Dia bersama kedua temanya ingin memulai DeviantArt. Situs tersebut kemudian diluncurkan, DeviantArt.com resmi melaju kencang sebagai situs dari 7 Agustus 2000, serta resmi menjadi sebuah perusahaan delapan bulan kemudian. Michael Rappa, seorang ahli bisnis online menyebut bisnis internet harus cekatan serta oportunis. Dan, Sotira menunjukan kemampuannya untuk merubah DeviantArt menjadi bisnis nyata semenjak bomingnya. Berbagai cara digunakan untuk menciptakan uang dari bisnis DeviantArt dari tahun 2007. DeviantArt kemudian menemukan jalan uangnya melalui DivX; perusahaan pengembang video- view software.Perusahaan tersebut menanamkan modal usaha sebesar $3,5 juta sebagai bentuk kerja sama iklan.

Pendapatan perusahaan terus menurun semenjak sumber iklan mereka bangkrut. Perusahaan Sotira harus memilih cara lain untuk bertahan hidup; sebuah bisnis baru. DeviantArt mulai menjual premium member dan menghasilkan $29,95 pertahun. Pembayaran tersebut digunakan untuk layanan bebas iklan, sebuah polling, beberapa alat mengedit file, hingga akses tanpa batasan. Mereka para Deviant (pengguna DeviantArt) juga mendapatkan DeviantWear sebuah market place. Disini, anggota bisa membeli berbagai merchandise, atau menjual produk mereka sendiri berupa produk digital bahkan sekedar royalti dari penjualan seni. Bisnis lainnya, DeviantArt memberikan ruang membuat T- Shirt dari karya yang diupload di internet.


"Kami ingin itu memberikan sebuah gaya dan kreativitas merefleksikan merek perusahaan. Ini tidak berjalan baik dengan bekerja sama hanya untuk sebuah gambar di tengah kaos." Sedangkan bisnis mulai menambah penghasilan, inti dari DeviantArt tetaplah pengguna atau anggota. "Kami ingin menciptakan hubungan yang baik dengan DeviantArt platform, jadi kami melakukan kode untuk tiga kali sehari, dan mulai masuk ujung batas," ujar Sotira tentang menjaga kualitas DeviantArt.com

Apa itu DeviantArt?

DevianArt bercerita tentang media bagi para pengguna untuk memajang hasil karyanya sendiri. Mereka akan menunjukan seni berupa fotografi, digital media, flash, skin untuk aplikasi, tutorial bahkan foto komersil. DeviantArt menawarkan polling, grup chating, jurnal seni, dan portfolio. Pada Maret 2013, situs ini memiliki lebih dari 25 juta member aktif, dan lebih dari 246 file yang diupload, atau sekitar 14.000 file setiap harinya diupload.

Setiap individu (Deviant) bertanggung jawab atas apa yang mereka upload. Mereka bisa mengatur tampilan halaman mereka. Mereka memajang karyanya dengan informasi statik tentang file yang diupload, sumber file, serta kesiapan untuk dikritik atau dipuji. File tersebut akan diketegorikan ke dalam beberapa kategori hingga memudahkan untuk dicari. Setiap individu memiliki folder mereka sendiri, mengikuti setting yang akan diatur secara personal dari segi pengamanan. Halamannya juga dilengkapi blog pribadi yang membantu menelusuri jejak pengguna menciptakan karya menakjubkan.

Di setiap tahun, DeviantArt memberikan perubahan khusus di tiap aplikasi bahkan sebelum sosial media lain "meniru" nya; cobalah DeviantArt.com.
 *diambil dari Wikipedia, beberapa inovasi yang bahkan sudah ada sebelum era sosial media

Cerita Ahok dari Pengusaha Lari ke Politik


Profil Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memulai bisnis politik

Bukan hal yang tabu bagi seorang pengusaha memilih berpolitik, tetapi sesuatu yang sulit melepaskan bisnis dari politik. Semua orang boleh saja berpolitik tetapi keluar dari bisnis tentu berpikir dua kali. Dia, Basuki Tjahaja Purnama, atau dikenal dengan Ahok lahir dari keluarga yang dekat dengan usaha. Ia merupakan putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw). Dan, kakak dari tiga orang adik, dr. Basuri Tjahaja Purnama, M.Gizi.Sp.GK. (kemudian meneruskan Ahok menjadi Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety, S.H., L.L.M. (praktisi hukum), dan Harry Basuki, M.B.A. (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan).

Keluarganya merupakan keturunan Tionghoa- Indonesia dari suku Hakka (Kejia). Ahok menjalani masa kecil di Desa Gantung, Belitung Timur, hingga menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama. Setamatnya dari SMP, Ahok memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Jakarta dengan pertimbangan kesempatan, hingga lulus dair jenjang kuliah di Universitas Trisakti, jurusan Teknik Geologi. Kembali ke Belitung, Ahok memutuskan  menjadi seorang entrepreneur dengan mendirikan usahanya sendiri untuk memajukan masyarakat melalui CV. Panda. Sebuah perusahaan yang menjadi kontraktor bagi PT. Timah dalam pengolahan sumber daya Belitung Timur. Dua tahun kemudian, Ahok melanjutkan kuliah S-2 mengambil jurusan Menejemen Keuangan di Prasetiya Mulya Jakarta. Mendapat gelar S-2, Ahok bekerja di PT. Simaxindo Primadaya di Jakarta bukanya meneruskan berbisnis.


PT. Simaxindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pembanguan pembangkit listrik. Ia menjabat sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Di tahun 1992, Ahok mendirikan perusahaannya sendiri dengan nama PT Nurindra Ekapersada yang kelak membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. PT. Nurindra Ekspersada bergerak di bidang penambangan, pemrosesan, dan pengepakan pasir silica. Pasir yang dihasilkan oleh perusahaan akan diproses, baik dicuci, dikeringakan dan dipak sesuai berbagai bentuk. Perusahaan tersebut ada di gunung Nayo, Desa Air Kelik, Kelapa Kampit, Province Bangka Belitung, Indonesia.

Pada tahun 1995, Ahok memutuskan untuk keluar dari PT. Simaxindo Primadaya. Dia fokus dengan perusahaan serta pabrik barunya. Pabrik yang menghasilkan setidaknya 200 tons hingga 2.000 tons, serta membangun sebuah pabrik pengolahan baru untuk pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Dari sini pula, bisa dibilang, Ahok berjasa dengan tumbuhnya kawasan industri Belitung terutama di wilayah pabrikannya. Wilayah tersebut kemudian dikenal dengan Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

Akhir 2004, perusahaan Korea tertarik membangun Tin Smelter (pelabuhan timah) di KIAK. Dia tertarik dengan konsep yang ditawarkan. Perusahaan siap untuk pembuatan pergudangan lengkap pelabuhan. Di tahun 2004, Ahok justru banting stir menjadi Politisi daripada pengusaha. Dia bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru serta resmi mecalonkan diri sebagai anggota legislatif. Di 2005, Ahok memilih menjadi bupati Belitung Timur berpasangan dengan Kahirul Effendi untuk Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Dia menang, tetapi memilih berhenti, di tahun 2005 resmi mencalonkan diri sebagai gubernur di Bangka Belitung.

Meski kalah, Ahok mendapatkan sorotan dengan masa jabatan yang pendek sebagai bupati. Dia dikenal sebagai orang yang berusaha keras baik secara usaha dan pengabdian. Dia memilih merakyat untuk masuk mencari kebutuhan apa yang diperlukan. Ahok juga mendapatkan dukungan dari Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur berkata "Ahok sudah melaksanakan program terbaik ketika memimpin Kabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warganya".

Kalah dari Eko Maulana Ali, dia tidak gentar justru semakin bersemangat. Dia memang gagal menjadi seorang gubernur tetapi melalui pengalamannya maju ke DKI 2. Ya, Basuki Tjahaja Purnama maju sebagai calon wakil gubernur dengan Joko Widodo mantan walikota Solo yang dikenal juga merakyat. Mereka mengusung konsep Jakarta Baru. Dan, hasilnya, keduanya menang meski tipis di DKI Jakarta sebagai gubernur dan wakil gubernur. Ahok berprinsip kuat untuk menggunakan kekuasaan guna membantu rakyat karena rakyat di posisi sangat lemah.

Hashim Djojohadikusumo Investasi Cerdas di Indonesia


Profil Hashim Djojohadikusumo adik Prabowo Subianto

Mungkin bagi yang belum tau, dia adalah salah satu pengusaha sukses di bidang tambang serta menduduki ranking orang terkaya ke 39 di Indonasia. Dia, Hashim Djojohadikusumo, merupakan cucu dari pendiri bank BNI Margono Djojohadikusumo, salah satu anak dari begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo dan juga adik kandung Prabowo Subianto. Lahir pada 1 Januari 1970, Hashim lebih banyak menghabiskan masa pendidikannya di luar negeri. Dia bersekolah SD di Jakarta hingga seterusnya belajar di luar negeri.

Lulus dari Pmonona College, Claremont University, mengambil jurusan ilmu Politik dan Ekonomi. Hashim menunjukan bakat yang condong menurun dari ayahnya. Dia memiliki bakat ekonomi yang mumpuni terbukti dengan sukses berbisnis serta menjadi analisis keuangan. Dari sini, Indo Consult, ia bergerak mengakuisisi beberapa perusahaan besar, perusahaan PT. Semen Cibinong melalui PT. Tirta Mas. Dia juga berhasil masuk dalam kepemilikan saham Bank Niaga dan Bank Kredit Asia.

Sekita tahun 1998, ketika terjadi krisis moneter, bisnis yang dibangunya mengalami surut bahkan bangkrut. Dia memilih pergi ke Inggris dengan harapan membangun bisnisnya kembali. Terbukti, dia mampu menghasilkan 1,9 triliun dari bisnisnya di Inggris guna membantu bisnis kakaknya di Indonesia. Ia membantu perusahaan kertas Kiani Kertas dari kebangkrutan. Dia kini memiliki perusahaan milik Prabowo tersebut dan secara otomatis masuk ke bisnis di Indonesia.

Dari bisnis milik kakaknya, Hashim mulai melirik bisnis hulu migas terutama batu bara dan migas melalui Comexindo International. Hashim memilih daerah Aceh hingga Papua, membuka lahan seluas 97 hektar yang kemudian mendorong bisnis lainnya. Dia memiliki lahan dari Aceh ke Papua hingga seluas 3 hektar untuk konsesi hutan, batu bara dan migas. Menurut laporan Forbes dari usahnya, Hashim Djojohadikusumo memiliki kekayaan mencapai US$850 juta atau Rp.8,5 triliun.

Di sosial, ia terkenal banyak membantu anak- anak kurang mampu di Indonesia melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Ayah dari Aryo, Sara dan Indra ini juga ikut membantuk Kakanya di kepartaian serta pengembangan konsesi binatang. Dia ditunjuk oleh gubernur DKI Jakarta, Jokowi, sebagai pengelola kebun binatang Ragunan. Ia dinilai memiliki kecintaan akan binatang serta tekat mendayakan Ragunan mengalahkan kebun binatang Singapura; baik dari kesahatan hewan serta saran prasarana. Ini bukan hanya tentang uang tetapi mutu ujar Jokowi dengan masuknya Hashim di Ragunan.

Sukses Bisnis Aksesoris dari Hobi


Bagaimana menemukan eCommerce anda ala David Levich

Tidak semua bisa melihat, David Levich mampu lebih cepat dari orang lain. Ia seorang pencinta musik Hip- Hop, dan mempunyai bisnis darinya. Dia melahirkan sebuah situs eCommerce, Iced Out Gear, situs yang fokus menawarkan segala sesuatu tentang musik ini. Slogan perusahaanya sangat manarik: "Membuat anda terlihat seperi 10 juta dollar, tanpa harus habiskan ribuan dollar."

Di tahun 2004, David dan beserta temannya tidak memiliki banyak uang untuk terlihat "wah". Mereka harus mengeluarkan ribuan dollar untuk tampak bling- bling. Akhirnya, mereka merencanakan sebuah bisnis untuk penggemar Hip- Hop seperti mereka. Alasanya apa? mereka ingin terlihat seperti para penyanyi Hip- Hop, dan berbagi perasaan mereka kepada pembeli; tidak harus puluhan ribu dollar. Mereka mencari supplier dengan harga bagus kemudian menjualnya secara online

Berkaca dari upaya pencarian aksesoris Hip- Hop, David memilih eCommerce ketimbang lainnya. Ia ingin menciptakan kemudahan, walau mereka harus bersusah mencari supplier. Pembeli akan dilayani secara baik olehnya melalui Icedoutgear.com. Mereka bisa membeli aksesoris Hip- Hop dengan harga ramah untuk pembeli. Icedoutgear juga menggandeng Yahoo sabagi kepastian, dan juga beberapa organisasi perlindungan konsumer eCommerce. Icedoutgear menawarkan berbagai platform untuk membayar, paypal, kartu kredit, dan beberapa pembayaran online lainnya. 

Tentang produk, Icedoutgear menawarkan bermacam- macam aksesoris, seperti gelang, kalung, rantai, kaca mata .dll. Icedoutgear segera menentukan jenis pembayaran macam apa, setelah anda mengklik produk mereka. Mereka juga menawarkan diskon hingga produk premium. Mereka juga memberikan pengembalian produk jika terjadi masalah. Namun tentunya dengan syarat tertentu dan tidak lebih dari15 hari setelah produk diterima. 

David juga bekerja sama dengan DoubleClick untuk pemasaran. Ia menggunakan format gambar .gif dan berhasil meningkatkan penjualan. Icedoutgear menggunakan iklan transparan untuk lebih efektif, efisien, dan langsung ke pembeli. DoubleClick merupakan salah satu perusahaan iklan terkenal di dunia sebagai tempat bagus untuk bisnis online.

Dari sinilah, Devid Levich berubah menjadi pebisnis handal. Berkat hobinya, dia mampu merubah arah hidupnya. Ini mungkin juga bukan tentang uang. Dia memlilih bisnis tersebut karena kecintaanya akan Hip- Hop dan akan terus begitu.

Search Engine Popular selain Google, Mendowload Torrent File ala the Pirate Bay


Pete Sunde menciptakan kebebasan mendowload hingga akhir

Di 2003, Peter Sunde dan beberapa temanya, membangun The Pirate Bay. Apa itu? sebuah mesin pencari untuk mencari file yang disimpan di internet. Atau, The Pirate Bay berfokus dalam pencarian torrent files. Torrent diciptakan sebagai penghubung folder yang di upload, dan banyak orang memilih memakai torrent dengan alasan ukuran file. The Pirate Bay sendiri merupakan media pencarian torrent bukan file.

Peter Sunde Kolmisoppi lahir 13 September 1978 di Uddevalla, Sweden. Nama aliasnya adalah Brokep, dan seorang ahli dibidang komputer. Sebelum mengerjakan The Pirate Bay, ia dikenal sebagai karyawan dari perusahaan pengobatan di German. Tahun 2003, dia menjadi anggota Sweden's Pirate Bureau, sebuah organisasi  pendukung file sharing untuk kebebasan informasi, budaya, dan hasil intelektual. Lebih jelasnya, Pirate Bureau merupakan pembicara tentang ambigunya copyright, file sharing, dan produk digital.

The Pirate Bay dijalankan oleh Gottfrid Svartholm, Fredrik Neij dan Peter Sunde, mereka membuat file yang katanya copyright tersedia untuk semuanya dari perusahaan film, Motion Picture of America. Di 30 Mei 2006, situs tersebut berserver di Stockholm, tetapi diamankan oleh polisi Swedish dan akhirnya ditutup. Tahun 17 April 2009, Peter Sunde dan kedua orang tersebut, ditahan dengan tuduhan serius untuk beberapa pembajakan karya cipta. Mereka harus ditahan dan membayar denda sebesar $4.500.000. setelah 9 hari percobaan. 

"Jika pun aku mempunyai uang, saya lebih memilih membakar semuanya yang kupunya dan bahkan tidak untuk abunya. Mereka boleh memilih pekerjaan mengumpulkan itu. Begitulah saya membenci media industri," Sunde menulis untuk kedua temanya.

Di Agustus 2011, Sunde dan Fredrik membuat situs "legal" berjudul BayFiles dan berbisnis baik. Berbeda dengan The Pirate Bay, BayFiles tidak memiliki koneksi dengan organisasi apapun. BayFiles mengijinkan setiap orang untuk mengupload di server dan membaginya secara "legal". Orang bisa dengan mudahnya mengakses link tersebut dari seluruh dunia lalu mendowloadnya. Yang menjadikan legal, situs tersebut tidak memiliki kotak pencarian tetapi hanya sebuah navigasi penunjuk. Orang hanya akan melihat berdasarkan kategori dan terbatas.

Orang sering salah dengan niat Sunde dan Fredrik sebagai "mantan" pendukung pembajakan. Mereka masih teringat dengan jasa mereka melalui The Pirate Bay. Akhirnya, banyak yang tidak tau adanya pengakuan kepemilikan serta muatan bisnis di BayFiles. Akhirnya, orang menguplod sembarangan, kemudian pihak ke tiga bisa mengakui; BayFiles menghapusnya. BayFiles mengikuti aturan U.S. digital copyright atau tidak mengedarkan produk digital berlisensi. BayFiles hanya menghapus jika ada pengakuan/laporan kepemilikan.

Kembali ke The Pirate Bay, dimana merupakan awal kesuksesan, dari sinilah sumber kekayaan bagi Sunde dan temanya. Caranya? The Pirate Bay memberikan tempat pengiklan bagi pebisnis di hasil pencarian. Lucunya, berdasarkan tafsiran Svenska Dagbladet, pengahasilan iklan bisa mencapai $84.000 per- bulan lebih dari cukup untuk sekedar mempertahankan website. Hasil investigasi lebih lanjut, polisi menyatakan uang dari iklan sebesar $169.000 per- bulan. Jaksa penuntut menambahkan nilainya lebih dari $1,4 juta per- tahun. Walau, pengacara Peter Sunde menyatakan hanya sebesar $102.000 per- bulan. 

Sunde kemudian mengerjakan proyek bisnisnya sendiri dengan ide dari The Pirate Bay melalui Flatrr.com, yang merupakan file sharing lainnya. Kali ini, hanya saja, dia dan Linus Olsson menarget musisi dan pembuat film untuk masuk sebagai anggota. Faltrr memiliki konsep seperti sebuah jejaring sosial bagi musik dan fil Indies, dimana mereka akan menghasilkan karya, membaginya keseluruh dunia dan mendapatkan donasi dari sana. Faltrr dilengkapi ruang jual beli, tepatnya gabungan antara file sharing, sosial media, dan market. 

"Ini merupakan sistem bagi hasil yang baru untuk setiap orang membagi kontentnya! ini juga merupakan kombinasi antara sistem donasi dan kontent berkualitas yang dicari," ucap Peter Sunde di TorrentFreak.com.

Anggota akan bisa menemukan file baik berupa artikel, musik, atau film. Anggota akan saling memberikan donasi minimal $2, dan dikumpulkan untuk setiap download serta menjadi support. Flatrr kemudian membagi hasil donasi untuk pembuat file yang juga merupakan anggota. Dengan kata lain, setiap anggota akan menjadi flatter kontent produksi, flatter ongkos, dan menawarkan keuntungan dari sini. File yang didownload akan terbatas untuk anggota serta tanpa adanya batasan negara.

Kami masih menyebut Peter Sunde sebagai entrepreneur, tentunya dengan visi yang sedikit berbeda.

Belajar dari Guru Investasi Dunia Bagaimana Melihat Kesempatan Usaha


Profil Warren Buffet "Oracle of Omaha" berbisnis investasi dengan strategi

Seorang entrepreneur dan investor, Warren Buffet lahir 30 Agustus 1930, di Omaha, Nebraska. Berinvestasi. Dari 13 tahun, Buffet telah menjalankan bisnis kecil- kecilan, kemudian membangun sebuah firma bisnis, Buffet Partnership, di Omaha, kemudian menjadi sukses besar. Ayahnya, Howard, bekerja sebagai broker saham dan seorang legislatif. Ibunya, Leila Stahl Buffet hanya seorang ibu rumah tangga. Warren Buffet merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Ia menunjukan bakat dari bidang matematika dan teori finansial. Bahkan, semua orang menyebutnya prodigy, dia mampu memasukan banyak angka- angka ke kepalanya. Dari umur 11 tahun, Buffet membuat investasi pertamanya. Dia membeli saham Cities Service Preferred, sejumlah $38 per- saham. Harga saham yang turun drastis dan nilainya menjadi $27, tetapi Buffet yakin untuk bertahan hingga naik $40; memberikannya keuntungan. Dia menjual sahamnya untuk keuntungan kecil, tetapi Cities Service Perferred justru berhasil menaikan saham hampir $200 untuk bulan berikutnya membuat Buffet gagal. Benarkah? Buffet menyatakan itu merupakan pelajaran untuk bersabar dalam berbisnis.

Di 1942, ayah Buffet menjadi anggota the House of Representative, dan keluarganya pindah ke Fredricksburg, Vriginia. Buffet pindah sekolah di Woodrow Wilson High School di Washington, D.C, disana juga bisnisny berpindah. Ia dan temanya membeli sebuah mesin Pinball kemudian dipasangnya di sebuah salon seharga $23. Hasilnya? dia tidak menggunakannya, dan memilih membeli tiga mesin baru. Dari tiga mesin, mereka memasang di beberapa tempat berbeda. Mereka kemudian menjual bisnisnya dan mendapatkan $1.200 dari War Veteran.

Buffet berkuliah di Columbia University, di umur 20 tahun, dan berhasil menghasilkan bisnis senilai $10.000. Di 1956, setelah lulus kuliah, ia memulai lagi bisnisnya dan menjadi investor merupakan pilihan terbaiknya. Investasi suksesnya, dia biasanya membeli sebuah perusahaan di bawah nilai, dan kemudian menaikan nilainya hingga menjadi super kaya. Buffet mendapat gelar "Oracle of Omaha" karena kebijaksanaan mengambil keputusan dalam investasi.

Beberapa kesuksesan seperti dia berhasil membantu Solomon Brother dari pengambil alihan (1987), dan masuk ke dalam New York City house (1992) untuk menyelamatkan dari skandal saham. Kebanyakan, Buffet mendapatkan harta dari Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan dengan kepemilikan terbesar serta sebagai CEO.

Di Februari 2013, Buffet membeli HJ Heinz dengan kepemilikan privat group, 3G Capital, sebesar $28 juta. Sebuah perusahaan Brazil dan juga pemilik Burger King dan sebagian untuk Anheuser- Busch InBev. Berdasarkan majalah Time, ia memuji perusahaan Heinz sebagai perusahaan dengan produk dengan rasa terbaik serta menejemen terbaik selama tujuh tahun. Di awal 2013, Warren Buffet masuk no.15 orang terkaya di dunia, versi Forbes.  

Entrepreneur Tidak Boleh Takut Gagal


Aditya Fajar Rumah Yogurt, demi cinta berbisnis keluar kota pun jadi

Entrepreneur terkadang bekerja menurut insting yang terkadang diluar logika, serta tidak bisa disalahkan. Beberapa, mereka memilih modal nekat berbisnis. Rupanya hal tersebut berlaku bagi Aditya Fajar, ia rela keluar dari kantor dan memilih menjadi entrepreneur. Atas nama cinta, Aditya memilih pindah dari Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat, dan memulai bisnis dengan istrinya. Ia memilih berdekatan dengan Tarie di Bandung. Dia memilih berbisnis yogurt dengan kegagalan yang mengikuti.

Membuat yogurt, Aditya beserta istrinya, Tarie, mengalami kesulitan awalnya. Tidak sembarangan, Yogurt sangat sulit dalam pembuatannya. Jika tidak hati- hati, maka Yogurt hanya akan menjadi penyakit bukan kesehatan. Tarie mengaku memulai dengan belajar dari seorang teman asal Prancis. Ia sering gagal membuat yogurt pada awalnya. Saat ini, Aditya berlaku sebagai marketing dan Tarie bekerja membantu membuat. Yogurt tersebut kemudian dibari nama Delicieux. 

Produk yogurt kemudian dipasarkan ke beberapa toko. Aditya menggunakan sistem bagi untung. Palan tapi pasti, yogurt Delicieux mulai disukai hingga permintaan bertambah. Tatapi, apa dikata, hasil penjualanya kurang dari biaya operasional yang harus dikeluarkan. "Tahun 2009, saya dan istri saya pindah ke Jakarta. Bukan hanya itu, saya pun membawa bisnis itu ke Jakarta dari Bandung."

Kebangkrutan tidak membuat semuanya berhenti. Aditya justru memutuskan keluar dari pekerjaan, alasnya ingin lebih fokus pada bisnis. Hasilnya? bisnisnya berhasil dengan menjual secara sendiri, dia mendirikan sebuah toko kecil. Bisnis yogurt ia lakukan hanya dengan modal 2 juta rupiah sebagai usaha dari nol. Kini, bisnisnya telah beromset 6 juta dari beberapa bulan berjualan. 

Yogurt Delicieux dikerjakan secara home industri. Mereka mengerjakan di rumah sekitar 150 cup per- hari. Mereka memasarkan dari rumah, kantor, hingga toko- toko. Dia juga bisa mengerjakannya sambil tiduran, ucapanya bercanda ketika mengingat usahanya kini. Bukan kegagalan lagi, ketika memutuskan untuk fokus, Aditya Fajar berhasil mebangun dan menjual lagi secara mandiri. Tiap cupnya dijual untuk Rp6.000, tidak terlalu mahal.   

Travel Guide Dunia Bercerita Tentang Perjalanan Karirnya



Kisah sukses Tedjo Iskandar dari seorang tiur guide hingga membukan kursus dunia

Tedjo Iskandar tidak sekedar menyukai pemusik dunia. Ia benar- benar rela mengeluarkan uang, tak ayal banyak sudah konser ia kunjungi. Pria lulusan UNDIP, Sospol, memang dari SMA sudah menyukai artis- artis manca negara. Ia bahkan memasang poster mereka di dinding. Bahkan, dia rela menonton jika ada konser di Palembang, seperti God Bless, Trencem, Aka, Rollies hingga Ken Arok.

"Kalau teman- teman saya naik pesawat, saya harus naik bus ke Lampung, menyebrang dengan kapal fery dari Panjang Lampung ke Merak," ujar pria kelahiran 12 Desember 1960.

Ia yang kuliah dengan biaya sendiri terpaksa bekerja freelance. Sabtu- Minggua, Tedjo harus menjaga turis transfer in- out hotel di Halim. Bahkan menjadi LO (liaison officer), ia harus mengunjungi toko barang antik Jl. Surabaya, Batik ke Kebayoran, Taman Mini, Monas dan tempat strategis lain. Dia mengumpulkan 10 dollar dan 10 dollar komisi. Ia juga berhasil masuk kapal pesiar Golden Odessy merapat di Tanjung Priuk.

Dari menjadi tour guide, ia merantau ke Jakarta dengan nyaman. Di tambah, dia juga mendapat kesempatan menonton artis luar. Mereka adalah artis yang hanya akan menggung di Jakarta, seperiti Rolling Stone. Thedjo juga mendapat keberuntungan dengan pengalamannya, ia ditunjuk oleh JAL, sebuah agen untuk mengatar turis ke Jepang. Dari Jepang, Thedjo tidak menonton konser tetapi cukup terhibur menonton premier John Travolta.

Pembawaan yang easy going ditambah fokus, humoris, dan santai menjadi faktor penting. Tedjo membawa nama baik tour dengan sifatnya. Lainnya, ia juga pekerja keras hingga berniat belajar bahasa Inggris dan Mandarin. Hampir setiap konser di dua negara, Singapura dan Malaysia, ia pernah ikuti dari bekerja sebagai tour guide. Konser seperti Michel Jackson, Spice Girls, Boyz II Men, bahkan dari Belanda, North Sea Jazz. Ia juga pernah ikut menonton Basket NBA dan mengunjungi Hard Rock Cafe. Ini seperti mimpi, dia bisa melihat banyak hal dari bekerja sebagai tour guide.

Tedjo Iskandar ingin membagi ilmunya. Ia mendirikan TTC (Tourist Training Center) sebagai bisnis baru, dan mencoba merubah para guide menjadi lebih baik. Tedjo akan memberikan pengalaman, training, dan tips bagaimana bekerja dari menjadi tour guide. Peserta di TTC merupakan mahasiswa jurusan periwisata, karyawan tour guide travel, dan kalangan umum. Ini juga termasuk praktek ke berbagai negara sebagai tujuan.

Di tahun 1994, ia memulai membuka pelatihan ke Singapura, Bangkok, bahkan Eropa dan Australia menjadi tujuan. Pesertanya? sekitar 50 orang ikut dalam pelatihan tersebut. TTC pun menjadi kepercayaan untuk mengadakan workshop, pelatihan, dan travel mart. Untuk travel mart, dia bekerja sama dengan 170 agen resmi negara tujuan. Ia mencoba menjalin kerja sama bisnis hingga memudahkan perjalanan di penjuru dunia.

Pelopor eCommerce dari China Bercerita tentang Sulitnya Berbisnis


Jack Ma, siapa bilang guru tidak boleh berbisnis dan menjadi pengusaha

Ma lahir di Hangzhou, China dan merupakan tokoh paling berpengaruh di China (2008). Meskipun gagal dua kali, Ma merupakan tipe pekerja keras, dan benar saja, ia berhasil masuk Hangzhou's Teaching Institute (Hangzhou Normal University). Lulus pada tahun 1988, Ma menjadi sarjana pendidikan jurusan bahasa Inggris. Dia kemudian menjadi seorang guru di English International Trade, Hangzhou Dianzi University. Di bisnis, Ma masih dengan kerja kerasnya mendirikan YellowPages China. Ini merupakan situs bisnis pertama di China, dan membuka kesuksesan lain di Alibaba.com.

"Saya hanya memiliki 500 murid yang datang ketika mengajar di universitas. Gajiku saat itu 100 sampai 200 renmibi, atau mungkin sebanyak $12 sampai $15 per- bulan. Saya selalu bermimpi setalh menyelesaikan lima tahun, saya akan langsung berbisnis, hote atau apapun. Saya hanya ingin malakukan sesuatu. Di 1992, pendukung bisnis semakin maju. Saya mendaftar banyak perkejaan, tapi tidak ada yang mau menerima!, saya ditolak untuk mengisi sekertaris atau menejer dari Kentucky Fried Chiken," ucapnya mengingat masa sulitnya.

Ia benar- benar ingin berbisnis hingga menemukan internet melalui temanya. Mereka mulai coba- coba membuka Yahoo, yang kala itu masih menjadi nomor satu (Google belum lahir). Mereka mencoba mencari kata beer di Yahoo dan tak ada data dari China. Ini seperti, China merupakan negara kelas bawah kala itu. Dan, dari sinilah, Ma memutuskan membuat sebuah usaha online dan mencantumkan nama untuk China di Global. Munculnya dot com bubble, ia membawa sekitar $60.000 tanpa tau bagaimana website dibuat bahkan apa itu email. Dia bahkan tidak tau bagaimana menggunakan keyboard dan tetap berusaha. Ia berhasil membuat sebuah situs dengan bantuan teman dari Amerika.

Sekitar 5 tahun kemudian, seorang general menejer dari China Telecom menawarkan $185.000 untuk join venture. Hasilnya? Ma tidak berhasil meyakinkan dengan bisnis internetnya. Tidak putus asa, ia mencari sumber lainnya. Jangan berpikir semua mudah merupakan sebuah prinsip sederhana. Pada tahun 1999, Jack Ma memulai bisnis dari sebuah apartemen. Ia harus mengumpulkan 18 orang dan berbicara panjang lebar tentang visinya Alibaba.com. Mereka akhirnya menaruh uang di meja sebesar $60.000 untuk memulai Alibaba. Ia ingin mempunyai sebuah perusahaan global, dan nama global.

Alasan kenapa Ma berhasil dengan uangnya. Bagi Ma, ia akan sangat sulit untuk memulai visinya, ditambah buta akan internet. Dia harus berhati- hati dengan menggunakan uang untuk berbisnis. Perusahaan harus tumbuh meski dengan modal terbatas. Ma tau uang mereka sedikit. Jadi, ia tidak memiliki alasan untuk bersenang- senang. Pada akhir 1999, Ma secara resmi mendirikan Alibaba.com, sebuah situs jual beli bisnis ke bisnis.

Alibaba menerapkan bisnis ke bisnis, apa itu, sebuah usaha yang dijalankan dengan mengumpulkan supplier dan menjualnya secara retail. Atau, anda akan menjual produk secara ekspor untuk dijual kembali di China atau nagara lain. Perusahaan online tersebut diberi nama Alibaba.com sebagai pintu gerbang global, sedangkan lokal China, Alibaba disebut 1688.com. Dari situs global, Alibaba.com berhasil menjaring setidaknya 79 juta member. Semua member merupakan usaha di bidang ekspor dan impor diseleksi secara profesional.

Di 10 Mei 2003, Alibaba meluncurkan bisnis lain melalui Taobao.com. Berbeda dengan Alibaba, situs ini lebih mirip dengan eBay.com, atau consumer to consumer bisnis. Taobao memfasilitasi tiap entrepreneur membuka tokonya sendiri melalui online. Taobao lebih banyak digunakan oleh entrepreneur dari mainland China, Hongkong, Macau, dan Taiwan. Penjual bisa menjual dan memposting produk di Taobao melalui harga atau bahkan lelang. Paling banyak, Taobao digunakan untuk menjual secara langsung, sedangkan lelang hanyalah sedikit dari persentase.

Taobao juga menggunakan cara escrow atau penghubung buyer- saller langsung, Alipay, membuat situs semakin terkenal. Hasilnya, Taobao menjadi bisnis terpercaya hingga menguasai pasar sekitar 8% melonjak 59%. Di antara 2003- 2006, Taobao berhasil menjual lebih dari eBay China sekitar 79%-36%. Ini bahkan memaksa eBay untuk menutup usahnya di China. Di Juni 2006, Jack Ma selaku CEO Alibaba Group mengumumkan Taobao akan dipisah menjadi dua bisnis berbeda. Taobao akan dipisah menjadi TMall.com untuk market place, dan eTao sebagai search engine.

Jack Ma berkata tentang nama, "Suatu hari saya ada di sebuah coffe shop tepatnya di Francisco, dan berpikir Alibaba nama yang bagus. Dan kemudian pelayan datang, saya bertanya tentang Alibaba dan menjawab "Alibaba dan 40 penyamun". Dan saya berkata benar, ini nama yang bagus! kemudia di jalan saya bertanya kepada setidaknya 30 orang dan bertanya. Anda tau Alibaba? mereka dari India, Jerman, Tokyo, China, mereka menjawab tau tentang Alibaba. Alibaba dan open sesame. Alibaba baik hati, entrepreneur sejati, dan membantu rakyat desa. Jadi, itu juga mudah dieja hingga diketahui secara global. Alibaba membuka bisnis untuk entrepreneur besar dan kecil. Kami juga mencatat nama Alimama, siapa tau ada yang akan melamar kami!."

Kisah Perjalanan Bisnis Bos Group Astra International


Profil Theodore Rachmat CEO PT. Triple A Jaya bagaimana menjadi triple- entrepreneur

Nama panjangnya, Theodore Permadi Rachmat, atau dikenal sebagai Theodore Rachmat. Lahir tahun 1943, dan merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung, jurusan teknik mesin. Ia masih satu angkatan dengan sesama jajaran eksekutif di Astra International, seperti  Benny Subianto dan Subagio Wiryoatmodjo secara langsung. Ia sendiri merupakan keponakan dari seorang William Soeryadjaya, CEO Astra International.

Awalnya, ia lebih memilih berbisnis tanpa bantuan pamanya sama sekali. Tahun 1970, Theodore bekerja sama dengan Benecditus Rahmat, kakanya, membangun sebuah perusahaan konstruksi di bawah bendera PT. Porta Nigra. Perusahaan tersebut cukup berkembang dibawah menejemen dua orang. Tetapi akhirnya, dia harus berurusan dengan Group Astra, dan melalui Allis Chalmers Astra, bekerja sebagai selesman alat- alat berat. Berkat kerja kerasnya, Theodore pun terpilih sebagai president direktur PT. Astra International dari tahun 1972- 1998, walaupun keluarga William Soeryadjaya tidak lagi aktif. Ia sempat beristirahat hingga dua tahun, dan Theodore harus kembali ke PT. Astra International sebagai pucuk pimpinan kembali.

Theodore sendiri memiliki bagian dari Group Astra sekita 5%, dan bukan karena faktor keluarga tetapi kemampuanya mengembangka anak bisnis Group Astra International. Perlu diketahui, semua komisaris di Astra, seperti Benny Subianto, Hugianto Kumal, Subagio Wiryoatmodjo juga mendapatkan bagian yang saham untuk Group Astra International, dengan nilai 1-5%. Melalui pola tersebut, setidaknya dari tahun 1972, Theodore juga memiliki 1% dari PT. Surya Semesta Internusa. Tbk. Setahun kemudian, ia mendirikan perusahaan dibidang investasi PT. Windu Nusantara yang kemudian mendirikan lima anak perusahaan (PT Mutiara Samudera Lines, PT Kayaba Indonesia, PT Traktor Nusantara, PT Sinar Abadi Cemerlang dan PT Cipta Piranti Tehnik)

Theodore juga ikut andil di PT. Sunrise Garden dengan 2% kepemilikan, perusahaan yang mengembangkan perumahan Sunrise Garden di Jakarta Barat, kemudian 1,5% untuk PT. Emporium Lumber. Bersama paman- pamannya (William Soeryadjaya, almarhum Tjia Kian Tie dan Benyamin Arman Suriadjaya) dan almarhum Masagung, memiliki nilai saham 10% untuk PT Inter Delta Tbk, perusahaan peralatan foto merk Kodak.

PT. Triple A Jaya, ia dirikan dengan maksud mewakili kepemilikan pribadi. Dari sini, dia memiliki ke khususan untuk setiap unit usaha di bawah bendera Astra Group. Hal tersebut terkait pembangunan dua unit perusahaan baru  dan akuisisi 17 perusahaan. Dan, dia juga menargetkan beberapa unit perusahaan baru. Seperti kepemilikannya akan PT. Aneka Komkar Utama (pabrik sarung tangan karet di Tangerang), PT Suryaraya Wahana (akan membangun pabrik pulp di Kalimantan Timur), PT Concretindo Rejeki (pabrik readymix concrete di Cirebon), PT. Inkoasku (pabrik wheel rim di Jakarta), dan lain-lain. Seluruhnya merupakan bagian dari PT. Triple A Jaya , ada sekitar 19 perusahaan anak dan 21 perusahaan cucu. Tidak semuanya bertahan, karena beberapa telah di divestasi hingga dimergerkan (10 divestasi, dan 8 merger).

Jika dilihat dari jumlahnya, kita mungkin menyimpulkan sulitnya mengatur semua. Bahkan, ketika itu, istrinya juga ikut ambil bagian dari usaha pribadinya. Like Rani Imanto, istrinya, memiliki inevstasi pribadi di PT Delta Exim yang setahun kemudian mendirikan perusahaan kontruksi PT Delta Sarana Indonesia. Tercatat seluruhnya ada 14 perusahaan yang pendirian dan penyertaan awalnya terkait dengannya. Tujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit (PTTunggal Perkasa Plantations, PT Sari Aditya Loka, PT Karya Tanah Subur, PT Sari Lembah Subur, PT Sankawangi, PT Sukses Tani Nusasubur dan PT Suryaraya Bahtera telah dilepas ke PT Astra Agro Lestari Tbk. Walau, akhirnya, hanya 4 perusahaan yang masih aktif sekarang, yaitu PT Catur Reksadaya (dagang), PT Djambi Waras (perkebunan karet), PT Purna Carmatama (sepatu olahraga) dan PT Brahma Binabakti (crumb rubber).

Porsi setiap perusahaan yang relatif kecil, atau hanya sekitar beberapa persen dari aset tidak menyurutkan keuntungan dari Theodore. Hal ini justru sangat menguntungkan, dan secara langsung merubahnya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Dia sekarang bukan hanya seorang entrepreneur tetapi juga investor jadi kesatuan. Dengan minoritas kepemilikan, dikala krisis datang, ia dapat menyelamatkan keuangannya dari krisis. Lain hal dengan pendapatan, ia mendapatkan keuntungan besar dengan tumbuhnya perusahaan. Apa lagi, Theodore Rachmat memiliki kemampuan menejarial serta kepemimpian terbukti dari pengalamannya di Group Astra.

Pemilik Lebih dari 300 Pabrik Manufactur serta Ribuan Hektar Kebun Sawit


Profil Martua Sitorus CEO Wilmar International

Martua Sitorus lahir di Pematang Siantar, sebuah kota di Sumatera Utara, di tahun 1960. Pria yang memiliki nama asli Thio Seng Hap, adalah pemilik perusahaan Wilmar International bersama Kuok Khoon Hong. Meraka bergerak di bisnis sawit, dan menjadi perusahaan terbesar di dunia dari usahnya. Di tahun 1991, perusahaan tersebut resmi berdiri dengan 7.100 hektar kebun sawit. Wilamar International juga mendirikan pabrik pengolahan hingga Sumatera Utara. 


Wilmar International tercatat dalam bursa saham di Singapura. Bisnisnya tumbuh, yang sebelumnya berupa pengolahan minya sawit mulai berkembang terspesifikasi di wilayah agrobisnis. Perusahaan tersebut memiliki beberapa usaha lain, seperti penyuliang minyak goreng, pengepakan dan penjualan, lemak khusus, oleokimia, produksi biodisel, dan pengolahan biji- bijian. Pengepakanya meliputi (1). merchandising minyak sawit dan produk laurics (semacam lemak nabati), (2). pengolahan minyak sawit dan refinery, (3). peremukan, yang kemudian diolah dan refining untuk manjadi minyak yang bisa dimakan, minyak sayur, biji- bijian dan kedelai. Konsumennya meliputi China, Vietnam dan Indonesia, dan sudah berbentuk hasil jadi siap pakai. 

Lainnya, perusahaan juga masuk ke wilayah pembuatan dan distributor fertilizer, hingga menyewakan kapal. Dari sekian bisnis, yang terbesar, tentunya di bidang sawit. Mertua sendiri juga aktif dalam bisnis kesahatan, seperti membangun sebuah rumah sakit di Medan, Murnia Teguh Memorial Hospital. Rumah sakit yang ia persembahkan untuk ibunya, Murni Teguh. Rumah sakit tersebut didirikan 12 Desember 2012.

Meskipun ia tinggal di Singapura, dengan istrinya dan tiga orang anak, perubahan tempat tinggal tidak berarti bagi hidupnya. Martua tetaplah warga negara Indonesia, dan memiliki usaha sebagian besar di Indonesia. Dia mulai meilirik pasar sawit sedari muda. Dia sering menjual minyak sawit dari Indonesia ke Singapura. Dari sinilah, Martua berminat untuk memiliki kebun sawit sendiri. Bersamaan dengan kebun sawit, dia kemudian mendirikan Wilmar International beserta temannya.

Jika anda ingin tau salah satu produk dari Wilmar, anda pasti tau minyak kemasan Sania. Salah satu produk yang dipasarkan di Indonesia, dan pernah menjadi hits beberapa tahun lalu. Sebenarnya, perusahaan tersebut setidaknya mimiliki 48 perusahaan, tetapi dengan usaha yang begitu banyak; membuat pabrikanya tersebar. Mertua Sitorus merupakan entrepreneur yang fokus menciptakan peluang dari satu sumber, agricultural. Buktinya, sebagian besar bisnisnya berbicara tentang pengolahan dan pengemasan minyak nabati. 

Ide Bisnis Miliaran Dollar dari Hotel, Ekspo, serta Kasino


Profil Sheldon Adelson pemilik Las Vegas Sands Corporation

Sheldon Grey Adelson, lahir dari sebuah daerah miskin Dorchester Boston, Massachusetts,di tahun 1933. Cerita mengenai darinya, tidak lain hanya mengenai kerja keras sejak kecil. Dia lahir dari pasangan seorang supir taksi dan penjahit. Sheldon harus mulai bekerja dari kecil hingga di umurnya ke 12 tahun, ia membuka bisnis pertamanya. Bukan sebuah bisnis besar, ia hanya menjual peralatan toilet dengan untung yang kecil.

Di awal 1950, dia resmi menjadi mahasiswa City Collage of New York, jurusan finansial, dan tidak kurang dari dua tahun; Sheldon justru memutuskan drop- out. Dia tidak terbiasa untuk duduk tenang dan mendengarkan ocehan gurunya. Dia memilih menjadi tentara untuk negarantya US, dan kemudian bekerja sebagai stenographer di Wall Street setelah selesai dalam misinya. Dari sinil, Sheldon membangun bisnisnya segala sesuatu tentang investasi.

Dia, kala itu, hanya seorang broker atau investor "kecil". Usah pertamanya, di tahun 1960, Sheldon kembali ke Boston dari New York untuk mendirikan beberapa perusahaan. Salah satunya, sebuah perusahaan yang bekerja di bidang travel agency. The American International Service, perusahaan yang menguntungkan. Tetapi, American International gagal masuk bursa saham dan akhirnya tenggelam. Ia pun menjual perusahaanya untuk bisnis lain.

Awal 1970, Sheldon memiliki bisnis baru dibidang real estate, dengan menjual beberapa condominium serta majalah tentang jual- beli condo. Ini cukup berhasil hingga krisis ekonomi memaksa orang berpikir ulang untuk membeli sebuah condominium. Dari sebuah ekspo tentang properti, Sheldon melihat adanya peluang dari komputer seperti halnya menawarkan sebuah condominium. Dia menginginkan sebuah ekspo basar, dan mengaplikasikan semuanya hanya untuk komputer bukan real estate. Ia mendirikan sebuah ekspo pertama tentang komputer. Di 1973, Sheldon menjual sisa aset nya untuk membuat bisnis komputernya semakin besar. Dia mendirikan Interface Group, fokus pada bisnis komputer untuk memperbesar minat pasar.

 "Saya melihat setiap bisnis dan bertanya, berapa lama akan bertahan? berapa lama saya mempertahankan status quo dan merubahnya?" Sheldon Adelson.

Perusahaan tumbuh sangat lamban dengan $250.000 dari tahun pertama karena komputer yang berkembang lamban. Di tahun yang sama, Sheldon menemukan istri pertamanya, Sandra, dan memiliki tiga anak angkat. Satu tahun kemudian, dia harus bercerai dari istrinya. Di tahun 1979, Sheldon Adelson mendirikan Computer Dealer Expo or COMDEX, ini merupakan kesempatan besar ketika bisnis komputer tidak lagi dikuasai oleh IBM. Dia mengadakan pameran di MGM Grand Hotel, Las Vegas. Di waktu yang tepat, ketika itu, COMDEX mendatangkan beberapa merek ikut dalam ekspo nya, seperti IBM, Apple, dan Microsoft. Dari tahun 1987, COMDEX memberikan laba sebesar $.20 juta dan merupakan bisnis ekspo terbesar yang pernah diadakan dengan produk terbanyak. Di akhir dasawarsa, the Interface Group memberikan modal tambahan dengan $.250 juta, merubah COMDEX menjadi ekspo kelas dunia.

Tahun 1991, Sheldon bertemu istri keduanya, Miriam. Dari sebuah bulan madu, ia menemukan ide bisnis dari sebuah kanal. Dia sangat tertarik dengan arsitektur kanal di Venice, dan bermimpi untuk mebangun sebuah resort mewah. Di 1995, Sheldon menjual COMDEX kepada pengusaha asal Jepang sebesar $.860 juta, dan kempemilikan saham lebih dari $.500 juta. Bebas meminjam uang dalam jumlah besar dari bankir Wall Street, ia memutuskan mendirikan Venetian Resort Hotel Casino dan the Sand Expo and Convention Center senilai $1,5 miliar.

Keduanya kemudian dikenal dangan nama Las Vegas Sands Corporation. Perusahaan yang kemudian dikenal bergerak di bidang kasino dan resort di Paradise, Nevada. Resortnya menyuguhkan layanan kelas dunia dari permainan dan intertainment, ruang pertemuan dan ekspo, restoran selebriti dan klubnya. Mungkin karena background bisnisnya, Sheldon memulai bisnis Las Vegas Sands dengan fasilitas ruang pertemuan dan ekspo yang kemudian tidak bejalan baik. Berjalannya waktu dan pengalaman, bisnisnya berubah bentuk menjadi kasino dengan gaya berbeda, sesuai dengan prinsip bisnisnya.

Ia memilih fasilitas ruang hotel tidak terlalu mewah dibandingkan kasino. Dia benar- benar memamerkan kasino sebagai tempat yang utama dair Las Vegas Sands. Dari sini, pengunjung akan lebih menikmati berjudi di kasino daripada tidur di ruangan. Resortnya lebih besar dari keseluruahan kamar, hingga menampung 70.000- 100.000 orang. Ini juga sudah termasuk kasino dengan kasino seluas 550.000 hektar.

Las Vegas Sands terus melakukan ekspansi hingga ke Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Di US, Las Vegas Sands telah memiliki 2009 resort termasuk di Florida. Dari Eropa, Adelson behasil dengan deal untuk mebangun bisnis kasino di Madarid untuk EuroVegas. Itu semuanya menjadikan Las Vegas Sands memiliki aset enam kasino, dua puluh hotel, sebuah gedung pertemuan, tiga lapangan golf, beberapa pusat perbelanjaan, beberapa bar, dan restorant. Hasilnya? Las Vegas Sands Corp meberikan pendapatan keuntungan bersih US$.9 miliar.   

Bisnis Pakaian Muslim Merek Pakaian Dannis


Cerita awal mula usaha pakaian jadi ala ibu Tati Hartati

Bisnis pakaian jadi memang bukan hal yang mudah. Disana, entrepreneur harus mampu mengembangkan segmentasi dan kreasi. Kita tau bagaimana bisnis pakaian yang terus berkembang, terutama pakaian muslim. Tati Hartati, istri dan seorang ibu, memiliki sudut pandang berbeda mengenai bisnis pakaian. Ia memilih anak- anak sebagai segment yang saat itu kurang diminati. Dari situlah, ibu Tati mengambil sebuah kesempatan, dengan design yang ceria yang jarang ditampilkan pakaian muslim kala itu.

Bu Tati bukanlah ibu rumah tangga biasa. Ia adalaha lulusan ITB, dan tau betul seorang pegawai memiliki waktu yang tersita banyak. Bahkan, ketika sudah menikah, suami memintanya berhenti dari pekerjaannya sebagai staff kantor. Ia tidak pernah berhenti menjahit. Ini merupakan hobinya, dan ide bisnis pakaian pun muncul dari hobinya. Ibu Tati memilih berbisnis sambil mengasuh anaknya dan menjadi entrepreneur merupakan pilihan. Dengan modal Rp.1 juta dari sang suami, ia mulai mendesign pakaian dan menjahitnya sendiri. Dari 50 potong/ bulan menjadi 5000 potong.

Designya yang menonjolkan bordiran, serta warna- warna yang cerah menambah daya tarik. Rumah Dannis mulai bereksperimen dari sekedar pakaian anak. Danni masuk ke produksi mukena, jilbab, tas, peralatan sholat dan baju muslim dewasa. Produk tersebut masih menggunakan konsep yang sama, dengan warna cerah dan bordiran. Rumah Danni menawarkan sesuatu yang berani terutama dalam model pakaian dewasa. Dibandrol dengan harga sedikit mahal, buktinya masyarakat tetap membelinya.

Produk Dannis sangat diminati oleh masyarakat bukan karena harga tetapi kualitas. Faktor lainnya, seperti warna memberikan kesan berbeda terutama bagi ibu muda. Kini, produk Dannis memiliki 500 agen tersebar di berbagai kota di Indonesia. Bagaimana dengan bahan? ibu Tati tidak tanggung dengan pakaian Dannis, ia memilih cotton ringan. Ini sejalan dengan konsep baju muslim, kita butuh sesuatu yang menenangkan ketika dipakai dalam beribadah, dan tetap indah karena Allah mencintai keindahan.

Warung Spesial Sambal, Memulai Bisnis dari Kesempatan


Melihat, mempelajari dan menerapkan ide bisnis ala Yoyok Heri Wahyono

Orang Indonesia tidak bisa jauh dari yang namanya sambal. Di berbagai daerah, kita akan menemukan cita rasa sambal yang berbeda, dan dari sinilah; ide bisnis muncul. Yoyok Heri Wahyono melihat hal tersebut dengan jelas. Spesial Sambal, apa yang membuatnya menarik di tangan Yoyok? ia memilih mencari resep untuk berbagai sambal. Dia mencari 29 jenis sambal dari penjuru Indonesia. Hasilnya? Spesial Sambal nya digemari para pecinta pedas.

Pada tahun 2002, Yoyok masih berkutat dengan segala sesuatu tentang event organizer. Usahanya di bidang event organizer, membuatnya terjebak dalam ketidak pastian. Tidak setiap hari ia harus menyiapkan sebuah acara. Dan, dari sana, Yoyo hanya mendapatkan hasil yang kecil. Di tahun itu juga, ia dan kelima temanya memilih bisnis kuliner dengan aspek menjual lebih besar. Mengusung nama Spesial Sambal, enam sekawan kemudian membangun warung tenda kaki lima di Jl. Kaliurang (tepatnya di sebelah barat Graha Sabha Pramana, UGM). Spesial Sambal hadir ditengah masyarakat sebagai spesialis sambal.

Spesial Sambal menawarkan berbagai macam sambal sebagai usaha. Ini merupakan nilai lebih mereka. Spesial Sambal tidak menghadirkan sebuah eksperimen, tetapi memberikan sambal sepenuhnya. Dalam waktu 6 bulan, alumnus Teknik Kimia, UGM tersebut berani membuka cabang Waroeng SS. Bahkan tidak lama, ia sudah memapu membuka beberapa jcbang lagi. Besarnya animo masyarakat membuat Yoyo lebih percaya diri. Dia getol melalukan ekspansi sebelum banyak pesaing yang bermunculan. 

Yoyo juga membuka prospek waralaba. Ini akan memastikan konsepnya tidak ditiru, ditambah menguasai pasar sambal. Ia berhasil hingga usaha dangan lambang SS tersebut menjadi bisnis waralaba yang besar. Terbukti, melalui entrepreneurship kuat, Spesial Sambal  berhasil membuak 40 gerai yang tersebar di berbagai dearah. Itu meliputi Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Kediri, Bandung, Jakarta, Depok, Cirebon hingga Pekanbaru.

Tak heran jika julukan Mr. Huuh- Haah tersematkan kepadanya. Yoyo Heri Wahyono melalui bisnisnya, Spesial Sambal mampu mengambil waktu yang tepat. Jika lengah sedikit, kami bisa pastikan usahnya tidak akan tumbuh. Ini bukan hanya masalah kemampuan membangun tetapi juga ekspansi.   

Bisnis maskapai penerbangan ala Tracinda hingga bisnis hotel MGM Grand


Profile Kirk Kerkorian CEO Tracinda bisnis bukan hanya soal modal nekat

Kirk Kerkorian lahir di Fresno, California, pada 6 Juni 1917. Dia ikut kedua orang tuanya untuk bepergian menjadi imigran hingga ke Armenians. Lahir dari pasangan Ahron dan Lily Kerkorian, Kirk sudah bekerja sedari kecil walau sebagai anak termuda, dan masalah ekonomi merupakan masalah keseharian. Kirk adalah pekerja keras terbukti memilih drop- out untuk bekerja. Ia melakukannya bahkan ketika masih duduk di bangku SMP. Hidupnya adalah jalanan, hidup dengan berkelahi untuk bertahan hidup.


"Jika anda adalah seorang pekerja berarti menyiapkan hidup lebih awal. Di kasusku, kala itu, saya masih sembilan tahun ketika harus bekerja dan harus membawa uang ke rumah setiap harinya," ia bercerita di sebuah sesi wawancara. Sebuah wawancara yang langka, ia bercerita bagaimana hidupnya yang susah, menjadi atlit, hingga bisnis.

Ayahnya, Ahron Kerkorian, seorang petani semangka dan kismis. Ia hanya tau bagaimana membesarkan buahnya bukan bisnisnya. Akibatnya, tahun 1921, Ahron harus rela melepaskan tanahnya di pegadaian. Krisis ekonomi membuat bank terpaksa mengambil tanah 1.000 acre nya. Ia harus menanggung kesulitan ekonomi hingga menjadi imigran merupakan solusi. Kirk kecil membantu keluarga dengan berjualan buah semangka hingga loper koran.  Ia berpindah dari satu kota, hingga negara lain.

Kehidupan jalanan membuatnya tau menganai kejamnya hidup tanpa kemampuan fisik. Di sisi lain, itu juga menumbuhkan mentalnya selain fisikinya. Dia berlatih tinju dengan kakaknya sebagai modal berjaga dan menghasilkan uang. Ia berlatih dengan kakanya, John, dan menjadi juara.  Dia memiliki rekor 33 menang dan 4 kalah, nama panggilannya "Rifle Right". Menjauh dari tinju, Krik mencari kesenangan lain. Dia tertarik dengan pesawat terbang. Hingga perang dunia ke 3, Kirk ikut serta mengalami pesawat yang dilihatnya bukanlah kesenangan.

Kembali ke Los Angles, Kirk memilih mengerjakan pesawat kecil dengan modal $5.000. Ia berharap bisa memberikan sedikit jasa penerbangan bukan peperangan. Bisnis tersebut mulia menyita perhatiannya. Bisnis pesawatnya tumbuh pesat, ia harus melayani penerbangan pribadi, Los Angles- Las Vegas. Kirk juga berjudi di kasino membuang uang dari kekalahan hingga kemenangan sepuluh ribu dollar. Dia menggunakan uangnya (hasil dari judi) untuk mengembangkan bisnis. Ia membeli sebuah perusahaan, Trans International Airlines (TIA), di 1947, sebuah perusahaan melayani pesawat sewaan dari Los Angles Air Service.

Dia bertemu dengan seorang penari di Las Vegas, Jean Maree Hardy, dan memiliki dua anak, Tracy dan Linda. Kedua anaknya merupakan nama untuk perusahaan holding Tracinda Corporation. Dari Tracinda, Kirk memulai bisnisnya sebagai entrepreneur hingga investor. Fokus mengurusi penerbangan, Kirk juga memilih bisnis lain dalam daftar investasinya.

Di tahun 1962, Kirk menjual TIA kepada the Automaker Studebaker sebesar satu juta dollar. Dari uang tersebut, ia membangun bisnis di Las Vegas dengan membeli 80 acre tanah. Di tahun 1965, dia membeli kembali TIA dan menawarkan saham untuk dijual melalui broker. Dia kemudian menyewakan tanahnya yang kemudian berubah menjadi Caesar's Place (nama hotel dan kasino besar) dan mengoleksi uang $4 juta, sebelum kemudian benar menjualnya untuk $5 juta lagi. Setelah saham TIA naik, dari $9,75 ke $32, ia pun menjual perusahaan tersebut lagi ke Transamerica Coporation, di tahun 1968, tetapi hasilnya bukan berupa uang. Kirk Kerkorian memilih dibayar melalui saham kepemilikan terhadapa Transamerica sebesar $85 juta.

Melalui waktu, Kirk berubah menjadi seorang entrepreneur hingga investor yang sukses. Dia merubah imaj urakan menjadi orang kelas atas. Bahkan, dia juga mulai mendekati bisnis intertainmen dengan studio film MGM. Meminjam uang $42 juta dari Bank Eropa, ia mencoba merebut MGM yang saat itu sahamnya naik hingga $650 juta. Hasilnya? di tahun 1973, Kirk membangun sebuah hotel dengan nama MGM Grand Hotel di Las Vegas.

Dia juga mendapatkan United Artist Studio dengan $380 juta sebagai bentuk investasi tetapi menjualnya ke pengusaha TV kabel, Ted Turner sebesar $1,5 miliar. Turner yang mendapat masalah keuangan di tahun 1980an, menjual kembali ke Kirk sebesar hanya $780 juta perusahaan United Artist Studio. Dia kemudian menjual kembali ke pengusaha Italia, Giancarlo Perretti sebesar $1,3 miliar di tahun 1990. Itu membuktikan benar bagaimana investasi dengan strategi.    

Bisnis Rajawali Group Bertahan dari Orde Baru hingga Reformasi


Profi Peter Sondakh memulai bisnis properti hingga tambang

Banyak entrepreneur indonesia memilih properti dan tambang sebagai landasan. Seperti Peter Sondakh, beralih dari properti yang saat krisis moneter mengalami kelesuan ke batu bara di era reformsi. Ini bukan tanpa perhitungan, Peter Sondakh melalui PT. Golden Eagle Energy nya berhasil  masuk industri bahan tambang. Ia menjadi orang terkaya nomor 8 versi Forbes, total kekayaanya sekitar Rp. 24, 7 triliun. Ia adalah CEO Rajawali Group, perusahaan yang berjaya dari masa orde baru dan reformasi.

Pada tahun 1954, ayahnya merupakan landasan dasar baginya masuk menjadi pebisnis besar. Ayahnya merupakan contoh dari seorang penjual minyak kelapa dan pengekspor kayu ulung. Peter yang berumur 22 tahun, kemudian mengambil alhi usahnya dan mendirikan PT. Rajawali Corporation. Melalui Rajawali Corporation, ia memulai bisnis properti sebagai perluasan usaha. Hasilnya? cukup untuk mulai masuk ke dunia korporasi besar. Berkat keahlian berkomunikasi dan pengalaman berbisnis; tahun 1984, Peter menggandeng Bambang Trihatmodjo untuk memperluas bisnis. Mereka bersama- sama membangun Grand Hyatt hingga stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, RCTI.

Rajawali Group berhasil membangun bisnisnya melalui kepemilikan saham perusahaan- perusahaan besar dan bekerja sama dengan korporasi besar. PT. Rajawali memiliki kepemilikan saham PT. Semen Gresik, RCTI, dan PT. Bentoel. Yang menarik meski Bentoel mengalami kebuntuan, ia masih melihat rokok sangat menarik dan menguntungan. Akhirnya, Bentoel dapat survive sampa sekarang dengan baik. Selain itu, Peter melalui Rajawali getol melakukan jual beli perusahaan atau kepemilikan saham. Dia sering disebut sebagai investor dari pada pebisnis.

Melalui Rajawali, ia membangun kemitraan untuk mengembangakan Hyatt Hotel dan Novotel Sheraton menjadi jaringan hotel bintang lima. Pada tahun 2009, perusahaan mengakuisisi jaringan hotel berbintang lima lain di luar Indonesia. Ini peluang besar dengan Surfers Paradise Resort Hotel Pty. lmtd dari Australia. Perusahaan tersebut merupakan jaring hotel di Australia yang baru- baru ini membangun St. Regis Resort di Bali.

Peter merupakan sosok yang menarik dengan sepak terjangnya. Kita tidak pernah tau, bagaimana dia melihat suatu bisnis sepenuhnya. Apakah dia seorang penjual atau pembeli? terbukti, dari Rajawali Group, kita tidak hanya akan mendengar bisnis properti, pertambangan, atau perkebunan, tetapi bisnis lain yang memang memiliki masanya. Ia bahkan masuk wilayah pariwisata dantelevisi, walau akhirnya rela melepaskan RCTI. PT. Rajawali Corporation (RC) merupakan perusahaan holding bukan perusahaan jasa atau barang. Perusahaan yang condong di permodalan dan  melakukan investasi; dari air minum, perhotelan, ritel, farmasi, pariwisata hingga transportasi.

Rajawali memiliki caranya untuk selalu bertahan. Meski krismon, Peter mampu bertahan dengan serangkaian divestasi (melepas saham kepemilikan). Pada 2005, dia melepas saham atas Exelcomindo yang sebenarnya bagian dari Telekom Malaysia Group sebanyak 27,3%. Langkah selanjutnya, Rajawali melepas saham untuk 15, 97% atau senilai US$.438 juta untuk dana segar. Dana tersebut digunakan kembali untuk investasi 24, 9% di PT. Semen Gresik. Saham di PT. Semen Gresik membuat Rajawali semakin kokoh di tahun- tahun selanjutnya. Pemerintah yang terus menggenjot proyek pembangunan infrastrukur dan dari sanalah semua dimaksudkan; PT. Rajawali Group akan ikut ambil bagian dari kue keuntungan pembangunan.

Lainnya, tahun 2006, Rajawali sudah masuk ranah sawit bahkan sebelum melepas saham Exelcomindo. Ia melalui Rajawali, berhasil membeli saham PT. Jaya Mandiri Sukses Group dan memulai bisnis sawit kerika bagus bagusnya. Rajawali memiliki saham di perusahaan tersebut dan menikmati harga kelapa sawit yang kala itu masih tinggi. Masuk di pertambangan, Rajawali memilih group usaha PT. International Prima Coal di 2007. Satu tahun kemudian, Rajawali melompat dari Kalimantan ke Papua. Perusahaan Rajawali masuk ke PT. Tandan Sawit Papua. Rajawali membuka 26.300 hektar kebun kelapa sawit di tanah Papua.

Yang lebih heboh, Rajawali melepas saham PT. Bentoel yang dimilikinya dari awal usaha. Mungkin, Rajawali melihat ketatnya kompetisi. Perusahaan menjual saham senila nilai Rp.3,35 triliun kepada British American Tobacco (BAT). "Kami ingin memfokuskan pada bidang properti, pertambangan, dan perkebunan," ujar Darjoto Setyawan, Direktur Pengelola Pengembangan Bisnis Rajawali Group. Dengan ketiga pilar tersebut, Rajawali ingin kembali ke awal. Tatapi apakah benar? melihat gerakan Peter Sondakh yang cemerlang, kami ragu telur akan dibatasi. Tetap saja, telur tidak akan dibagi hanya beberapa keranjang. 

CEO Es Teler 77 Berbisnis Waralaba hingga Keluar Negeri


Kisah sukses Es Teler 77,  sebagai beberapa waralaba yang berhasil go international

Tidak banyak waralaba yang berhasil mempertahankan citranya, apalagi sampai keluar negeri. Sebut saja Es Teler 77, merek dagang yang didirikan oleh Sukyatno Nugroho atau Hoo Tjie Kiat mencoba membuat es teler. Dia terinspirasi menjadi entrepreneur dari ibu mertuanya, ibu Murniati Widjaja, yang menang lomba es teler. Ini bukanlah bisnis pertamanya, ia sebelumnya pernah memulai bisnis lain, seperti jual beli tanah, makelar SIM, pemborong bangunan dan bisnis salon. Hasilnya, ia harus merelakan semuanya gagal ditengah jalan.


Sukyatno benar- benar fokus dengan bisnis Es Teler 77. Ia sudah merasa cukup dengan semua kegagalan bisnis sebelumnya. Nama 77 diambil dengan alasan mudah dingat oleh pembeli. Sedangkan, Es Teler sendiri merupakan bisnis utamanya. Pilihan tersebut tepat, Dia memilih nama yang mudah diingat ditambah rasa yang memang enak. Pembeli berubah pelanggan, Es Teler 77 nya laris manis diterima semua lapisan masyarakat.

Dengan mulai dikenalnya Es Teler 77, pada tahun 2007, Sukyatno harus kembali ke Tuhan Yang Maha Esa. Melalui PT. Top Food Indonesia, Andrew Nugroho yang juga anak dari Sukyatno, memilih mengembangkan merek Es Teler 77 dan berhasil. Sekalipun bisnis waralaba mulai menggeliat, Andrew tetap fokus dengan branding. Ia mencoba mempertahankan kualitas produknya dengan beberapa inovasi. Es Teler 77 mulai memperkenalkan makanan pendamping, seperti gado- gado, rujak, mie kangkung, dan nasi gorung kangkung. Ia mengaku menu tradisional merupakan andalan dan sesuai dengan merek esnya. 

Disamping loyalitas yang ingin dijaga, Andrew melakukan branding dengan gerai- gerai baru. Ia bahkan menggunakan sistem membership. Sistem tersebut dinilai efektif dengan diskon untuk member. Fungsinya? pelanggan sulit beralih dari Es Teler 77. Kini, Es Teler 77 sudah memiliki lebih dari 180 gerai waralaba yang tersebar di seluruh Indonesia. Lainnya, Es Teler 77 sampai menuju keluar negeri hingga Singapura, Malaysia, dan Australia. Es Teler 77 juga sedang menarget pasar Arab Saudi, Jeddah, dan India.  

Usaha Kedai Digital Memberi Jalan Menjadi Jutawan


Entrepreneur asal Yogyakarta, Septuari Sigiharto bagaimana menemukan sebuah waralaba

Saptuari Sigiharto tak menyangka usahnya sebagai entrepreneur tahan banting berhasil manis. Dia adalah entrepreneur muda asal Yogyakarta. Kiprahnya sebagai entrepreneur telah diakui dengan menang runner- up wirausahawan mandiri 2007, ia melalui kedai digital berhasil menjadi waralaba populer. Konsepnya mudah, Kedai Digital, nama perusahaanya, menjual berbagai hasil digital berbentuk aksesoris.

Keberhasilanya tergantung dari tahan banting dan kerja keras. Dimulai sejak kuliah di Gajah Mada, Saptuari menjalankan berbagai usaha dan pekerjaan, diantaranya sebuah event organizer, radio swasta, perusahaan rokok dan perusahaan komunikasi. Tidak berhenti disitu, dia dengan pengalaman sebagai pekerja kantoran  membulatkan tekat untuk berbisnis. Ia memilih usaha ayam kampung kala itu dan stiker. Dari keduanya, Saptuari mengaku gagal, tetapi dari stiker; bisnis digital muncul.

Saptuari kala itu kaget dengan antusias masyarakat dengan gambar artis yang diprint. Ini merupakan sebuah ide bisnis, ia berpikir padahal setiap orang bisa membuatnya sendiri tetapi memilih membeli. Dari hal kecil itu, Saptuari beralih dari cetak stiker ke cetak digital dengan konsep merchandise. Bermodal 28 juta, tanggal 28 Maret 2005, ia membuka kios kecil ukuran 2x7 meter di JL. Cendrawasih 3C Demangan Baru dan diberi nama kedai digital. 

Awalnya usahanya hanya membuat mug saja, tetapi antusias masyarakat membuatnya berusaha keras. Kedai Digital mulai membuat produk lain, seperti T- Shirt, pin, gantungan kunci, jam, mouse pad, foto, poster keramik, bahkan kalender dan banner. Kedai Digital melayani berdasarkan permintaan konsumen seperti apa yang akan mereka print. Respon masyarakat terhadap usaha Kedai Digital terus naik sejalan dengan omset. Awalnya, Kedai Digital hanya memiliki 3 karyawan manjadi 150 karyawan, semuanya tersebar di 40 cabang di berbagai kota.

Dengan usaha keras, pria 30 tahun tersebut berhasil dengan bisnis waralaba Kedai Digital. Omsetnya? miliaran rupiah. Ia meyakinkan bahwa usahanya juga membantu para pemuda untuk menjadi entrepreneur. Ini lebih baik daripada mereka berdemo atau tawuran. Mereka harus memikirkan dirinya untuk sekarang bukan lagi sibuk di jalan terutama bagi yang menunggu wisuda.